Palu Ngataku

Setelah beberapa minggu aktif di lapangan, ada jeda sedikit waktu untuk posting kegiatan. Bencana Palu, Sigi dan Donggala benar-benar menyisakan banyak kisah. Beragam kisah pilu dan haru menghiasi wajah-wajah para korban bencana. Sungguh, tiada satupun kekuatan yang mampu menolak takdir Tuhan. Kami bersyukur diberi keselamatan oleh Allah SWT, dan mereka yang selamat juga bersyukur. Meskipun korban jiwa dan harta banyak di derita oleh masyarakat Pasigala, tetapi kehidupan haruslah tetap berlanjut. Maka dengan segenap tenaga yang tersisa, kami berusaha menghimpun kekuatan untuk membantu saudara-saudara kami korban gempa.Semoga apa yang telah kami lakukan pasca bencana, meskipun sedikit, memberikan manfaat kepada para korban bencana. Kita semua berharap agar Pasigala segera dapat bangkit dan pulih. Olehnya, mari saling membantu dan menolong sesama. Sekecil apapun yang kita berikan, akan sangat membantu dan berguna buat para korban.

  • Perumahan Balaroa yang porak poranda akibat gempa dan likuifaksi

 

Pasigalaku, Ayo bangkit!

Bencana di Palu menyisakan berjuta kisah yang beraneka warna. Sungguh, sebuah pembelajaran yang nyata diberikan Tuhan kepada kita semua. Dan saya bersaksi, bahwa tidak ada pelajaran yang lebih berharga daripada pelajaran yang diberikan langsung oleh Tuhan kepada kita. Tentnunya, pelajaran tentang kemanusiaan dan pelajaran tentang bagaimana menjadi manusia.

Letak bencana yang sporadis, terjadi secara massif dalam kurun waktu yang singkat menelan  ribuan korban jiwa yang dipilih berdasarkan perhitungan Tuhan dan tidak mampu djangkau oleh kecanggihan otak manusia saat ini. Sebuah pertanyaan yang sering muncul, apa sebenarnya maksud Tuhan dengan semua ini? Mengapa bencana terjadi tidak merata? Mengapa harus saya yang jadi korban, sementara orang di sebelah yang jarak rumahnya satu meter tidak terdampak? Dan banyak pertanyaan lain sebagai bentuk protes diri kita. Sebagian orang menerima kenyataan dengan lapang dada, sebagian lagi mencari kambing hitam sebab asal muasal terjadinya bencana. Dan saya kira itu wajar, sebab dalam kondisi bencana setiap orang membutuhkan rasa aman dan ketenangan. Ada sebagian orang yang merasa tenang dihibur dengan kata-kata baik/positif, tetapi ada juga sebagian orang yang merasa tenang setelah dia mengumpat, memaki atau menyalahkan orang lain. Everyone is wrong but me, itu adalah bentuk self defense yang paling efektif dalam psikoanalisis.

(lebih…)