Seseorang akan cepat berkembang jika ia sering muhasabah. Istilah lain dari kata ini adalah evaluasi. Hasil yang maksimal dalam evaluasi didapat dari analisa terhadap data-data valid, akurat, obyektif dan sedapat mungkin terlepas dari unsur ketidakjujuran. Untuk mencapai derajat tersebut, maka diperlukan sebuah penelitian. Hasil penelitian akan mendekati gambaran utuh sebuah kenyataan jika menggunakan metode, teknik, dan pengambilan sampling yang tepat. Dan, yang tidak kalah pentingnya, perlu dirumuskan tujuan penelitian agar tercipta kerangka teori yang menuntun seorang peneliti mencapai hasil yang diinginkan.

Penelitian bukanlah sesuatu yang memberatkan, apalagi jika hanya bertujuan untuk mengembangkan potensi diri. Tidak dibutuhkan rumus khusus untuk mengukur validitas dan reliablitias data. Yang dibutuhkan hanyalah kejujuran hati dalam menganalisa diri. Kejujuran yang tidak harus diketahui orang banyak, saya kira juga tidak terlalu berat, karena tidak ada beban mental yang harus ditanggung. Hanya perlu sedikit keberanian diri saja. Keberanian untuk mengungkapkan “oo.. ternyata saya begini to..?? keberanian untuk mengakui level diri. Ini bukan tentang apa-apa. Ini hanya masalah maqam. Sudah sampai maqam manakah kita?

Seorang pendidik, yang setiap hari berinteraksi dengan siswa dalam pembelajaran, memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan diri. Ia memiliki peluang lebih besar untuk menjadi insan kamil, manusia seutuhnya. Ibarat seorang peneliti, pendidik merupakan ilmuwan yang setiap hari berada dalam laboratorium. Ia selalu berinteraksi dengan material penelitian, seperti siswa, kurikulum, ruangan, lingkungan belajar, kebijakan local dan nasional, dan masyarakat secara umum. Tetapi, Material laboratorium yang begitu lengkap tersebut akan sia-sia jika peneliti tidak melakukan aksi. Apalagi ketika masuk lab hanya tmengecek material/bahan melalui lembar checklist berupa absensi.

Checklist itu penting. Darinya, kekurangan dan kelebihan bahan dapat diketahui secara detil. Disinilah pentingnya tujuan pembelajaran. Ia menjadi pemandu dan penunjuk arah, tentang kondisi bahan baku, tentang karakteristik material. Ia juga menjadi pemilah, antara material yang dibutuhkan dan tidak. Darinya, akan muncul manipulasi data untuk disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Penentuan tujuan pembelajaran membutuhkan kejelian dan ketelitian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *