Desa Bangga merupakan salah satu desa di wilayah kabupaten Sigi. Gempa 7,4 SR yang menggoncang Palu pada 28 September 2018, memberikan efek samping pada desa Bangga. Mereka tidak hanya merasakan dahsyatnya gempa, akan tetapi juga bencana lain yang tidak kalah besarnya daripada gempa. Desa Bangga tersapu dan terendam lumpur yang mengandung material pasir, tanah dan air.

lumpur ini ditengarai masyarakat berasal dari beberapa gunung yang mengalami erosi tanah dan perubahan struktur tanah akibat gempa. Gempa 7,4 sr itu meretakkan tanah pegunungan sehingga gunung mengeluarkan air yang bercampur dengan material pasir. Arus air yang berasal dari pegununungan membawa serta berbagai material yang dilewatinya seperti pepohonan dan tanah. Akibatnya, ratusan warga Bangga tidak dapat menempati rumah mereka karena tergenang air lumpur pasir. Mereka tinggal di tenda-tenda pengungsian di dataran yang lebih tinggi untuk menghindari arus air yang sampai saat ini masih mengalir di desa Bangga. Air lumpur tersebut merendam berbagai material yang ada di atas tanah, termasuk pakaian, makanan dan kendaraan masyarakat.

Olehnya, kami bergabung dengan tim Sulteng center (PK-PAS) turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan donasi berupa tandon air, pakaian layak pakai dan peralatan shalat. Air bersih merupakan hal vital yang sangat dibutuhkan di desa Bangga. Air yang ada di desa Bangga saat ini dipenuhi dengan material lumpur dan pasir.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *