Pasigalaku, Ayo bangkit!

Bencana di Palu menyisakan berjuta kisah yang beraneka warna. Sungguh, sebuah pembelajaran yang nyata diberikan Tuhan kepada kita semua. Dan saya bersaksi, bahwa tidak ada pelajaran yang lebih berharga daripada pelajaran yang diberikan langsung oleh Tuhan kepada kita. Tentnunya, pelajaran tentang kemanusiaan dan pelajaran tentang bagaimana menjadi manusia.

Letak bencana yang sporadis, terjadi secara massif dalam kurun waktu yang singkat menelan  ribuan korban jiwa yang dipilih berdasarkan perhitungan Tuhan dan tidak mampu djangkau oleh kecanggihan otak manusia saat ini. Sebuah pertanyaan yang sering muncul, apa sebenarnya maksud Tuhan dengan semua ini? Mengapa bencana terjadi tidak merata? Mengapa harus saya yang jadi korban, sementara orang di sebelah yang jarak rumahnya satu meter tidak terdampak? Dan banyak pertanyaan lain sebagai bentuk protes diri kita. Sebagian orang menerima kenyataan dengan lapang dada, sebagian lagi mencari kambing hitam sebab asal muasal terjadinya bencana. Dan saya kira itu wajar, sebab dalam kondisi bencana setiap orang membutuhkan rasa aman dan ketenangan. Ada sebagian orang yang merasa tenang dihibur dengan kata-kata baik/positif, tetapi ada juga sebagian orang yang merasa tenang setelah dia mengumpat, memaki atau menyalahkan orang lain. Everyone is wrong but me, itu adalah bentuk self defense yang paling efektif dalam psikoanalisis.

(lebih…)

Belajar Sejarah Tanah Kaili (bag.I)

Quote hari ini, “kita tidak akan dapat memahami siapa diri kita jika kita tidak mengetahui dari mana asal usul kita”.

Sejarah manusia muncul dari awal perkembangan manusia. Ia berputar bersamaan dengan perputaran hidup manusia. Sejarah merupakan cikal bakal kehidupan saat ini. Memahami kehidupan saat ini tanpa memahami sejarah ibarat orang buta memahami sebuah patung. Ia dapat merasakan setiap lekuk postur dan kontur patung, tetapi ia tidak akan dapat memahami alasan dari setiap lekuk kontur patung tersebut. Memahami sejarah menjadi penting karena dengannya kita dapat mengetahui alasan sebuah kejadian saat ini, bahkan mungkin saat yang akan datang.  (lebih…)

Quantum Teaching

Bicara tentang pendidikan di sekitar kita memang mengasyikkan. Banyak variabel bebas yang berkait erat dengan pendidikan. Sebut saja sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan. Banyak hal yang dapat dimasukkan sebgai faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan, seperti: lingkungan keluarga, masyarakat, ekonomi, budaya, kecanggihan teknologi, agama dan semisal lainnya. Juga faktor motivasi, faktor sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, metode dan gaya mengajar,evaluasi, dan semisalnya. Jika mau dikelompokkan, faktor-faktor tersebut terkumpul dalam dua kategori besar, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Disamping itu, dapat juga dikelompokkan menjadi faktor fisik dan nonfisik. Dua faktor besar tersebut sangat mempengaruhi dalam keberhasilan proses pembelajaran. (lebih…)

Tawadlu’

Hari ini, menurut jadwal, mestinya saya membuat tulisan tentang pendidikan. Ingin hati mengetik, tapi pikiran ini tidak mau diajak kompromi untuk sejenak mengikuti tarian jari-jari. Walhasil, apa yang saya ketik ini hanya berupa jari-jari yang menari dengan tidak dilandasi pikiran utuh. Maka jikalau ada kekurangan, itu karena penulis sendiri, bukan atas nama Bumi Cendekia Ilmu.

Sebenarnya ada yang membuat pikiran ini berkecamuk, tidak ada permasalahan serius sebenarnya, Cuma dari tadi otak ini terputar-putar pada satu kata. “tawadhu’”. Sebuah kata yang selama ini diartikan sebagai tingkat kepatuhan seseorang kepada orang lain, bisa jadi kepada orang yang lebih tua, bisa juga kepada orang tua, bisa juga kepada teman sebaya yang memiliki kelebihan atau bisa juga kepada Guru. Di sisi lain, tawadhu’ seringkali juga diartikan sebagai totalitas kepatuhan (lebih…)

Tasawuf Progresif

Kajian tentang tasawuf memang mengasyikkan. Terdapat logika-logika yang berujung pada ketenangan hati. Banyak idealitas, terutama religi, ditemukan didalamnya. Dan, manfaat yang terpenting adalah recharge atau refresh otak. Muncul sebuah pencerahan, bahwa ada dunia lain dalam diri. Ada sudut dan sisi lain yang seringkali diabaikan, yakni sisi ilahiyah yang berupa manisnya interaksi dengan Tuhan.

Pengabaian aspek ilahiyah menyebabkan kegersangan batin. Pada kasus akut, menyebabkan kebekuan atau kematian hati. Efek langsung yang dapat dirasakan adalah ketidakhadiran hati dalam setiap langkah dan perbuatan. Hati, sebagai tempat nur ilahi, tidak mampu mendampingi setiap gerak (lebih…)

Penelitian Tindakan Kelas

Seseorang akan cepat berkembang jika ia sering muhasabah. Istilah lain dari kata ini adalah evaluasi. Hasil yang maksimal dalam evaluasi didapat dari analisa terhadap data-data valid, akurat, obyektif dan sedapat mungkin terlepas dari unsur ketidakjujuran. Untuk mencapai derajat tersebut, maka diperlukan sebuah penelitian. Hasil penelitian akan mendekati gambaran utuh sebuah kenyataan jika menggunakan metode, teknik, dan pengambilan sampling yang tepat. Dan, yang tidak kalah pentingnya, perlu dirumuskan tujuan penelitian agar tercipta kerangka teori yang menuntun seorang peneliti mencapai hasil yang diinginkan.

Penelitian bukanlah sesuatu yang memberatkan, apalagi jika hanya bertujuan untuk mengembangkan potensi diri. Tidak dibutuhkan rumus khusus untuk mengukur validitas dan reliablitias data. Yang (lebih…)